Dua kesalahan saat bicara di depan umum

Darren Tay adalah juara dunia public speaking tahun 2016 versi Toastmasters menemukan banyak yang mengulang dua kesalahan ini. © ESB Professional /Shutterstock
Darren Tay adalah juara dunia public speaking tahun 2016 versi Toastmasters menemukan banyak yang mengulang dua kesalahan ini. © ESB Professional /Shutterstock

Darren Tay adalah juara dunia public speaking tahun 2016 versi Toastmasters. Si jago pidato ini mengungkap dua kesalahan pemula yang bisa Anda jadikan pelajaran saat bicara di depan umum.

Toastmasters adalah organisasi nonprofit yang bertujuan membantu para profesional mengembangkan kemampuan bicara di depan umum serta keterampilan kepemimpinan. Peserta kompetisi public speaking Toastmasters berasal dari berbagai negara.

Tay (27) berhasil menyisihkan lebih dari 30 ribu kompetitor, melewati beberapa babak kompetisi 6 bulan lamanya.

Menurut Tay, dikutip Business Insider, ada dua kesalahan umum yang kerap ia jumpai pada orang-orang yang bicara di depan umum. Pendiri Public Speaking Academy di Singapura ini bahkan menemukan banyak yang mengulang dua kesalahan ini.

Terlalu banyak gestikulasi

“Bukannya saya bilang aspek komunikasi nonverbal tidak penting. Namun mereka jadi terobsesi dengan gestikulasi (gerakan tangan), juga tempat dan posisi berdiri,” urai Tay.

Saking seringnya, sampai-sampai orang yang sedang pidato tak sadar kalau mereka seperti mengorbankan isi pidato. Tay yakin bahwa seharusnya, pidato jadi panduan bagi gerakan tangan, bukan sebaliknya.

Tip dari Tay adalah meditasi beberapa menit sebelum mulai. Pejamkan mata, tarik napas dalam dan perlahan.

Lakukan juga pose peregangan. Buka tangan lebar, tarik ke atas kepala. Mirip pose seorang juara. Gerakan-gerakan tersebut, menurut Tay membantunya menghubungkan tubuh dan pikiran.

Tay juga mengingatkan banyak orang menggerakkan tangan atau tubuh terlalu ke tengah, dekat dengan wajah. Hal ini mengisyaratkan perasaan gugup, bisa jadi distraksi.

Area tengah yang ideal adalah gestikulasi di sekitar pusar. Gerakan di luar area tengah ini dapat digunakan untuk menimbulkan efek dramatis.

Bisa karena berbakat

Apakah bicara di depan umum terdengar menakutkan? Tak usah khawatir, Anda tak sendirian.

Sekitar 75 persen orang–di Amerika Serikat–mengaku cemas Berbicara di muka umum bagi mereka malah lebih menakutkan dari kematian. Kondisi ini bahkan punya istilah tersendiri, glossophobia.

Ketakutan itu bahkan juga dirasakan para tokoh besar. Mulai dari Aristotle hingga Warren Buffet.

Bicara di depan umum memang menjadi momok bagi banyak orang. Hal itu terbukti dengan tumbuhnya industri buku sampai kelas yang membantu orang menaklukkan ketakutan itu.

Tay bilang memang banyak orang yang berpikir kalau pidato itu lebih banyak dipengaruhi faktor bawaan, bakat, bukan pembelajaran. Padahal itu tak benar.

“Saya dulu sangat pemalu, butuh waktu cukup lama sebelum saya membangun kekuatan dan kemampuan untuk menjadi pembicara umum yang lebih baik,” papar Tay.

Memang, masing-masing orang punya kecenderungan introver atau ekstrover. Namun fakta bahwa seorang ekstrover yang percaya diri lebih besar kemungkinannya berpidato, tak berarti pidatonya lantas pasti berhasil.

Karena itu, Tay merekomendasikan Anda mencari mentor. Dengannya Anda akan merasa nyaman berlatih.

Ia pun tak segan memberikan saran dan masukan yang jujur. Tak kurang atau lebih, dan yang pasti tetap suportif.

Kata Tay, seseorang bisa berpidato dengan baik dengan berlatih rutin. Mereka bisa menghubungkan diri dengan audiens dalam level intim. Keterampilan ini dapat disesuaikan dengan kepribadian apapun.

LEAVE A REPLY