Ciptakan Startup Digital Berkelanjutan Melalui Tahapan Workshop

Malang, 4 Maret 2017 – Setelah melalui tahapan Ignition dan Networking Session gelombang kedua, Gerakan Nasional 1000 Startup Digital Malang, kini mulai masuk tahapan workshop yang akan mengajak peserta untuk mulai belajar membangun sebuah startup.

Dalam sesi workshop, peserta yang semula datang sebagai individu kini sudah diarahkan untuk membuat tim yang terdiri dari hacker, hipster, dan hustler. Dalam membangun startup, kolaborasi tim sangat dibutuhkan agar perusahaan rintisan dapat berjalan berkelanjutan.

“Yang mendapat valuasi adalah yang memiliki tim. Karena bisnis itu bukan tentang apa ide yang dijual tapi tentang tim didalamnya. Business isn’t about the content, business is about you, tutur CEO Sinergia, Tyas Windarti.

Dalam workshop kedua yang akan digelar di Fakultas Teknik Elektro, Universitas Negeri Malang, Sabtu dan Minggu 4 dan 5 Maret, para peserta akan mendapatkan materi Design Thinking yang akan berfokus pada identifikasi dan pemetaan masalah yang ingin dipecahkan sampai menemukan alternatif solusi atas masalah tersebut. Proses Design Thinking ini menjadi salah satu langkah yang penting dalam pembuatan startup. Forbes melansir 80 persen perusahaan baru yang mengabaikan Design Thinking hanya dapat bertahan selama 18 bulan saja.

Dalam sesi ini, Bagus Berlian, Evangelist TEDx Tugu Pahlawan dan Guntur Sarwohadi, Head Mentor of Innovative Academy akan menyampaikan materinya untuk menginspirasi peserta.

“Design Thinking itu tahapan yang krusial dalam proses pembuatan sebuah startup digital. Dalam tahapan ini kita dapat meminimalisir resiko kegagalan karena setiap langkahnya akan dilakukan validasi,” ujar Guntur.

Pada hari kedua, materi Market Validation dan Business Model yang akan menjadi fokus utama. Setelah memetakan masalah dan menemukan alternatif solusi maka akan memvalidasi alternatif solusi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Setelah menentukan target pasar dengan jelas, peserta akan mempelajari bagaimana membuat business model yang tepat atas solusi yang telah mereka buat.

“Secara umum, dalam sebuah business model ada tiga validasi yang harus dilakukan. Pertama problem validation, dimana kita akan memvalidasi apakah masalah tersebut memang benar ada di masyarakat, kemudian solution validation untuk memastikan solusi yang memiliki masalah tersebut mau mengeluarkan biaya untuk mendapatkan solusi,” jelas Miftah, CEO Inagata. (red)

Setelah workshop, nantinya para peserta akan melaju ke tahap hacksprint dimana dari ide yang sudah mereka miliki akan dikembangkan menjadi sebuah purwarupa. Dalam tahapan ini mereka juga akan mendapatkan sesi mentoring dan selanjutnya diberi kesempatan untuk mempresentasikan purwarupa di hadapan para juri.

LEAVE A REPLY